PENGARUH PERUBAHAN METODE KERJA, WORK OVERLOAD DAN TRANSACTIONAL LEADERSHIP TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT SAKU POS INDONESIA DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Publikasi Sttind

PENGARUH PERUBAHAN METODE KERJA, WORK OVERLOAD DAN TRANSACTIONAL LEADERSHIP TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT SAKU POS INDONESIA DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: PENGARUH PERUBAHAN METODE KERJA, WORK OVERLOAD DAN TRANSACTIONAL LEADERSHIP TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT SAKU POS INDONESIA DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Penulis: MUHAMAD ARRAZZAQ S
Abstrak: Sumber daya manusia merupakan asset yang harus dipertahankan untuk mencapai tujuan perusahaan, perubahan metode kerja dari WFH ke WFO setelah Covid menyebabkan keluhan terkait efektivitas dan jam kerja. Pemimpin yang memahami bawahannya untuk mengatasi dampak seperti work overload dan stres, serta memberikan motivasi sebagai perantara penting bagi karyawan dalam menjalankan aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode kerja, work overload, dan transactional leadership terhadap kinerja karyawan dengan motivasi sebagai intervening. Pendekatan kuantitatif menggunakan sampling jenuh pada 107 responden. Analisis data menggunakan metode SEM dengan mediasi dan menyusun diagram jalur menggunakan PLS. Hasil penelitian menunjukan metode kerja, motivasi kerja, metode kerja melalui motivasi dan transactional leadership melalui motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Transactional leadership dan work overload berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Metode kerja dan transactional leadership berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi kerja. Work overload berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap motivasi kerja dan work overload melalui motivasi kerja berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Keterbatasan penelitian adanya kesulitan dalam pengisian kuesioner dari responden karena perusahaan masih menggunakan metode kerja WFH. Implikasinya, perusahaan perlu mengelola beban kerja secara seimbang, memberikan penghargaan atas inisiatif, dan mengakui kontribusi karyawan untuk meningkatkan motivasi dan kinerja. Pekerjaan selesai tepat waktu tanpa kelelahan dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas. Penghargaan dan pengakuan atas usaha karyawan memperkuat komitmen dan mendorong kinerja lebih baik. Perusahaan harus menjaga keseimbangan antara tuntutan dan penghargaan guna menciptakan lingkungan yang mendukung motivasi dan produktivitas.
Deskripsi: Kata Kunci : Kata Kunci: Metode Kerja, Work Overload, Transactional Leadership, Kinerja Karyawan, Motivasi. Referensi :
URI: https://ecampus.utmj.ac.id/utmj/al?d=GtiiN14zpdJP5QiVf056g5IdBDR8EmlTriqmtjzqaq2azr8mnAflen7G7D2yLUSJB4202%2FjPJRCDTitnhD3NIIHoVkqNKLWWrodf%2Fi5bRkxsCOJKs24IedeTXX%2Fse3UrEGqaVtn3v1oiKlxEfQY5SXeMSjjprB7Zc44aXmsabRZMx5kFJBKsh9Eu69yKo0CK


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1760335099843_72386_ABSTRAK.pdf 175.4Kb application/pdf Lihat / Buka File Skripsi
1760335100245_72387_COVER.pdf 201.2Kb application/pdf Lihat / Buka Cover Skripsi PENGARUH PERUBAHAN METODE KERJA, WORK OVERLOAD DAN TRANSACTIONAL LEADERSHIP TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT SAKU POS INDONESIA DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
1764144408644_73589_AWAL.pdf 415.1Kb application/pdf Lihat / Buka Presentasi Skripsi PENGARUH PERUBAHAN METODE KERJA, WORK OVERLOAD DAN TRANSACTIONAL LEADERSHIP TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT SAKU POS INDONESIA DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya